RSS

Minggu, 17 Maret 2013

Berbagai Penyebab Pasangan Sulit Hamil

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi infertilitas :

1. Faktor dari pihak laki-laki
- Apakah spermanya mempunyai bentuk, konsentrasi dan pergerakan yang bagus
- Riwayat infeksi gondongan/mumps
- Trauma pada daerah genital
- Kelainan pada perkembangan alat genital : testis yang tidak turun

2. Gangguan ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) adalah penyebab tersering infertilitas pada wanita, yaitu sekitar 30-40 persen. Pada pasien-pasien ini biasanya terjadi gangguan dalam siklus haidnya.

3. Kerusakan atau sumbatan pada saluran indung telur/tuba falopii. Akibat dari infeksi rongga panggul dan riwayat operasi pada area panggul sebelumnya.

4. Gangguan bentuk pada rahim: polip, gangguan bawaan dari lahir seperti adanya dua rahim ataupun rahim yang bersekat. Pada kasus ini sering terjadi keguguran secara spontan.

5. Gangguan sistemik seperti gangguan imun, gangguan ginjal, dan penyakit infeksi pada alat genital.

Untuk mengetahui penyebabnya, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan analisa semen untuk suami. Sedangkan untuk istri dilakukan pemeriksaan:

- USG.

- HSG (hysterosalpingography) adalah pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat sumbatan pada saluran indung telur/tuba falopii. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan kontras ke tuba falopii. Selain sebagai alat pemeriksaan, alat ini juga dapat digunakan sebagai alat terapi, karena dengan cairan kontras yang disemprotkan tersebut dapat membersihkan kotoran-kotoran yang menyumbat tuba falopii.

- Laparoscopy: dengan alat fiberoptic untuk melihat rongga panggul.

- dan pemeriksaan hormonal.

Memang sebanyak 30 persen kasus infertilitas tidak dapat ditemukan penyebabnya (unexplained infertility). Pada pasien-pasien ini, biasanya dilakukan laporoscopy untuk melihat adakah kelainan lain seperti endometriosis.
Hal lain yang bisa saya sarankan adalah inseminasi intrauterine (di dalam rahim). Tetapi sebaiknya konsultasikan kembali hal ini dengan dokter kandungan Anda

FAKTA Dan MITOS

Ghiboo.com - Banyak mitos beredar seputar kesehatan reproduksi.

Agar tidak tersesat informasi yang salah, berikut fakta sebenarnya tentang fungsi dan sistem reproduksi yang perlu Anda cermati.
MITOS: Perempuan yang lebih cepat mendapat haid pertama (menarche) = perempuan nakal

FAKTA: Tidak ada hubungannya antara menarche dengan perilaku nakal. Menarche pada usia 10-15 tahun dipengaruhi faktor gizi dan keturunan. Semakin muda usia menarche, semakin tua usia menopause.
MITOS: Perawan akan berdarah pada hubungan seks pertama atau malam pertama.

FAKTA: Keperawanan punya aspek fisik yang mengacu pada selaput dara dan aspek sosial yang mengacu pada seorang yang pernah berhubungan seksual. Selaput dara memiliki bentuk elastis.

Perempuan akan mengeluarkan cairan vagina jika terangsang sehingga tidak semua perempuan mengalami pendarahan saat berhubungan seks untuk pertama kalinya.
MITOS: Masturbasi atau onani hanya dilakukan pria dan menyebabkan dengkul kopong

FAKTA: Masturbasi bisa dilakukan baik perempuan ataupun laki-laki. Dan perilaku ini bisa menyebabkan luka, keletihan, dan kelelahan jika berlebihan, merasa berdosa, tidak konsentrasi, ketergantungan, dan tidak merasa butuh pasangan.
MITOS: Orang hiperseks, jalan mengangkang dan bentuk bokong rata.

FAKTA: Ini tidak berhubungan dan hanya pasangannya yang tahu bahwa ia hiperseks.
MITOS: Payudara bisa diperbesar dengan meremasnya.

FAKTA: Besar kecilnya payudara disebabkan faktor keturunan. Meremas hanya memperbesar sementara karena rangsangan. Sementara itu, payudara besar tidak mempengaruhi jumlah produksi ASI.
MITOS: Hubungan seks sekali tidak menyebabkan hamil.

FAKTA: Pertemuan sperma dan sel telur dapat menyebabkan kehamilan walaupun hanya berhubungan seks sekali.
MITOS: Makan nanas menyebabkan keguguran.
FAKTA:Apapun yang dimakan secara berlebihan akan menyebabkan gangguan. Pengaruh makanan akan berdampak pada lambung dan usus, bukan pada alat reproduksi. (ins)

MENGHILANGKAN FLEK HITAM DI WAJAH

Jika krim wajah tak bisa juga membuat warna kulit wajah rata kembali, mungkin ini saatnya Anda beralih ke cara-cara tradisional untuk menghilangkan flek di wajah.

Lemon
Buah-buahan dari keluarga sitrus sudah lama dikenal sebagai bahan alami untuk mencerahkan warna kulit. Jika diaplikasikan pada noda hitam di wajah, efeknya pun bisa sama. Jika khawatir cairan lemon terlalu "asam" untuk kulit Anda, campurkan saja cairan lemon dengan air, air mawar, atau madu. Namun jika Anda berkulit sensitif, cara ini memang kurang tepat.

Yoghurt
Ada dua cara menggunakan yoghurt sebagai masker untuk menghilangkan flek hitam. Bisa dicampur jus tomat, bisa juga dengan madu. Gunakan sebagai masker setiap hari selama 10 menit.

Bawang bombay
Jika Anda memiliki kulit berminyak, cara ini yang paling tepat. Campurkan satu sendok makan bawang bombay yang dihaluskan, dua sendok makan madu, dan beberapa tetes cuka, kemudian aplikasikan ke bagian-bagian wajah yang memiliki noda.

Kentang
Jus kentang (mentah) juga dikenal efektif untk memudarkan noda hitam di wajah. Campurkan dengan madu dan gunakan untuk facial atau memijat wajah.

Oatmeal
Resep ini digunakan sekaligus untuk eksfoliasi alias pengelupasan kulit. Campurkan empat sendok makan susu, satu sendok makan madu, dan 30 gram oatmeal. Balurkan ke wajah dan gosok secara halus dengan gerakan memutar.